Android

By Victorious - Januari 20, 2016


Sejarah dan Perkembangan Android




Saat ini keberadaan platform Android sangat populer di kalangan pengguna smartphone. Platform yang satu ini berhasil mencuri perhatian para pengguna smartphone dan mampu menduduki posisi yang setara bahkan lebih populer ketimbang platform lainnya seperti Blackberry, Windows dan iOS.

Meski terbilang pendatang baru, kala itu smartphone versi Android telah berhasil menyodok naik, salah satu alasannya adalah keunggulan yang dimiliki Android  yakni ketersediaan platform nya yang terbuka bagi para developer untuk berkreasi menciptakan beragam aplikasi. Beragam aplikasi tersebut dapat digunakan secara gratis maupun berbayar pada perangkat mobile atau smartphone yang berbasis Android.


Sejarah Singkat Android

Android merupakan sistem operasi berbasis Linux yang bersifat terbuka (open source). Sistem operasi ini dirancang khusus untuk ponsel-ponsel layar sentuh misalnya smartphone dan tablet. Awalnya, Android di kembangkan oleh Android Inc dengan mendapat dukungan secara financial dari Google. Pada perkembangan selanjutnya tepatnya pada bulan agustus 2005, Android di akuisisi oleh Google. Akhirnya pada tahun 2007 sistem operasi ini dirilis dengan resmi. Kemudian pada bulan Oktober 2008 ponsel dengan OS Android mulai dilepas dipasaran.


Perkembangan Android

Sampai saat ini smartphone yang bersistem operasi Android sudah banyak sekali dan mungkin tak terhitung oleh kita. Pembaharuan versi yang terus berlanjut dari awal peluncurannya hingga saat ini sangat terasa bagi para pengguna smartphone ataupun komputer tablet. Yang menjadi perhatian publik adalah dengan adanya penamaan bagi setiap versi dengan mengurutkannya melalui abjad. Berikut adalah Perkembangan Android dari Awal Hingga Sekarang yang terbaru pada tahun 2016 ini adalah Marshmallow.


Android versi 1.0 (Beta)

Versi Beta ini dirilis pada 5 November 2007, kemudian pada 23 September 2008 dirilis versi komersialnya dengan memasukkan berbagai fitur seperti Android Market, Web Browser, Gmail, Maps, dan lain sebagainya.



Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009 telah dirilis Android versi 1.1 dimana pembaharuan fitur pun terjadi seperti penambahan fitur mulai Google Mail Service (GMS), Alarm Clock, Voice Search, hingga tersedianya File Attachment pada pesan.





Android versi 1.5 (Cupcake)

Setelah perilisan Android versi 1.5 Cupcake pada 30 April 2009 mulailah fitur-fitur baru yang bermunculan, seperti kemampuan untuk mengupload video ke Youtube, integrasi home screen dan widgets, copy paste pada browser, dan masih banyak lagi.




Android versi 1.6 (Donut)

Versi Donut dirilis pada 15 September 2009 dan dibekali dengan fitur utama yakni integrasi kamera, video dan galeri, kemudian mendukung layar resolusi WVGA, serta Perbaikan Google Play (Android Market).




Android versi 2.0 – 2.1 (Eclair)

Tak lama kemudian dirilis Android Eclair (v2.0 – 2.1) pada 9 Desember 2009 dengan beragam fitur yang menarik, seperti support Google Maps Beta, Pencarian SMS, hingga Bluetooth 2.1 yang memungkinkan untuk mentransfer data secara lebih cepat.



Android versi 2.2 – 2.3 (Froyo = Frozen Yoghurt)

Pada 20 Mei 2010 telah dirilis Android versi 2.2 Froyo dengan penambahan fitur utama, seperti support Adobe Flash, Hotspot Portable, serta perekaman video dengan kualitas HD.




Android versi 2.3 – 2.3.7 (Gingerbread)

Setelah itu Android meresmikan peluncuran Android Gingerbread (versi 2.3, 2.3.2, 2.3.3, 2.3.7) pada 6 Desember 2010. Pada versi ini telah dilakukan perbaikan antarmuka hemat energi, support terhadap NFC, keyboard virtual, dan peningkatan fasilitas copy paste.




Android versi 3.0 – 3.2 (Honeycomb)

Android versi ini lebih diperuntukkan bagi pengguna tablet dengan antarmuka atau interface yang lebih user friendly, fitur multi tasking, dan fitur-fitur lainnya yang disesuaikan untuk perangkat komputer tablet.



Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich)

Secara resmi dirilis pada tanggal 19 Oktober 2011, Android versi 4.0 ICS ini dibekali dengan fitur baru yakni fitur membuka kunci dengan pengenalan wajah (Face Unlock), perbaikan input teks dan suara, serta tombol virtual yang dapat menggantikan tombol fisik.




Android versi 4.1 – 4.3 (Jelly Bean)

Kemudian pada 9 Juli 2012, telah dirilis Android untuk versi 4.1 yang dinamakan Jelly Bean. Terdapat banyak sekali fitur-fitur baru yang ditambahkan ke dalam Android Jelly Bean ini, antara lain fitur Google Now, user interface, lock screen widget, dan bluetooth smart ready.




Android versi 4.4 (KitKat)

Pada 31 Oktober 2013 lalu diperkenalkan Android versi 4.4 dengan KitKat sebagai penamaannya. Pembaharuan yang dapat dilihat pada Android versi ini, antara lain antarmuka atau interface yang lebih canggih, fitur screen recording, support wireless printing, peningkatan fitur keamanan dan performa.



Android versi 5.0 (Lollipop)

Sistem operasi Android mengalami peningkatan versi yakni Android versi 5.0 yang merupakan penerus dari versi sebelumnya yakni Android versi 4.4 KitKat. Android ini mengalami beberapa perubahan yang signifikan, antara lain Material Design yakni desain antarmuka atau interface yang lebih berwarna dan responsif tentunya. Fitur terbaru lainnya pada Android Lollipop ini adalah fitur Project volta sebagai fitur penghemat daya baterai hingga 30% lebih tahan lama.




Android 6.0 (Marshmallow)

Marshmallow mengembangkan perintah suara (voice command) yang lebih fungsional.Google menjanjikan peningkatan daya tahan baterai sampai dua kali lipat. Bila melihat pada fitur Doze yang diperkenalkan sebelum nama Marshmallow muncul, apa yang ditawarkan sepertinya adalah sesuatu yang mungkin. Android Marshmallow telah menyatakan dukungan penggunaaan sistem charging dengan USB-C, proses charging dengan USB-C akan lebih cepat tiga sampai 5 kali dibandingkan dengan USB biasa.



Kesimpulan

Android merupakan sistem operasi berbasis Linux yang bersifat terbuka (open source). Sistem operasi ini dirancang khusus untuk ponsel-ponsel layar sentuh misalnya smartphone dan tablet. Awalnya, Android di kembangkan oleh Android Inc dengan mendapat dukungan secara financial dari Google. Pada perkembangan selanjutnya tepatnya pada bulan agustus 2005, Android di akuisisi oleh Google.

Antarmuka pengguna Android umumnya berupa manipulasi langsung, menggunakan gerakan sentuh yang serupa dengan tindakan nyata, misalnya menggeser, mengetuk, dan mencubit untuk memanipulasi objek di layar, serta papan ketik virtual untuk menulis teks.

Antarmuka pengguna pada Android didasarkan pada manipulasi langsung, menggunakan masukan sentuh yang serupa dengan tindakan di dunia nyata, misalnya menggesek (swiping), mengetuk (tapping), dan mencubit (pinching), untuk memanipulasi obyek di layar. Masukan pengguna direspon dengan cepat dan juga tersedia antarmuka sentuh layaknya permukaan air, seringkali menggunakan kemampuan getaran perangkat untuk memberikan umpan balik haptik kepada pengguna.

Sampai saat ini smartphone yang bersistem operasi Android sudah banyak sekali dan mungkin tak terhitung oleh kita. Pembaharuan versi yang terus berlanjut dari awal peluncurannya hingga saat ini sangat terasa bagi para pengguna smartphone ataupun komputer tablet. Yang menjadi perhatian publik adalah dengan adanya penamaan bagi setiap versi dengan mengurutkannya melalui abjad.


Hingga saat ini sistem operasi berbasis Linux ini masih dikembangkan untuk kebutuhan sehari hari, dan versi terbaru saat ini tahun 2016 ada pada versi “M” sesuai abjad yang memiliki kepanjangan “Marshmallow”.



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar